Sidang Dugaan Koropsi KUD Sumber Rezki

Pariaman, Amiruddin

Sekitar 300 orang  masyarakat Nagari Gadur Kecamatan Enam Lingkung, akan datangi Pengadilan Negeri Pariaman, Senin 24/5-10 pada lanjutan Sidang Dugaan Koropsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp. 1,2 miliar lebih yang menyeret Pengurus KUD Sumber Rezki Nagari Gadur kemeja hijau.

Rencana kedatangan masyarakat ini, disebabkan kecewa atas Tanggapan Jaksa Penutut Umum (JPU) pada Sidang Rabu (19/5/2010) yang tidak menggubris permintaan Penasehat Hukum (PH) Terdakwa, Zulbahri, SH  yang meminta supaya Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim, Amrizal Askar dan Maryunas Mahyuddin agar diperiksa dan diadili.

Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Gadur, Z  Dt. Rajo Mangkuto yang hadir pada setiap kali persidangan, mengaku sangat kecewa atas Tanggapan JPU tersebut. Pada hal sejelas-jelas itu, adanya keterkaitan Bupati Padang Pariaman, Muslim Kasim, Amrizal Askar, selaku ketua koperasi  dan Maryunas Mahyuddin, selaku Kepala Dinas Koperindag dan UKM.

“Sebagai masyarakat Nagari Gadur, kami sangat kecewa tentang sipak terjang Muslim Kasim,  dalam mendapatkan bantuan sapi itu. Nampaknya, tidak berlaku lagi disini tagak kampuang paga jo kampuang, tagak nagari paga jo nagari. Tetapi yang terjadi sebaliknya, orang kampong dibanamkan,” ujar Z dt. Rj Mangkuto.

Lain pula dengan Asmawati (43 tahun) isteri dari Syamsurizal, sejak suaminya ditahan di lembaga, anak-anak sudah kucar kacir dan bahkan ada yang sudah tidak bersekolah lagi. “Saya tidak percaya, kalau suami saya koropsi mengambil uanga koperasi itu dan ini adalah rekayasa, pejabat yang sedang berkuasa  dan saya berharap bersama anak-anak, supaya suami saya dibebaskan dari tuntutan,” ungkap Asmawati dengan berderai air mata.

Menurut Asmawati anak-anaknya sekarang sedang butuh perhatian seorang bapak. Tetapi dengan musibah ini, kini anak-anaknya yang duduk di Kelas III SD tidak mau lagi bersekolah dan begitu pula yang sedang duduk dibangku Taman Kanak-Kanak (TK).

“Sekali lagi kami bermohon dan berharap,janganlah ditimpakan beban kepada keluarga kami yang tidak sanggup untuk memikulnya,” ulangnya. (***)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: