Warga Koto Dalam Demo

Pariaman, Amiruddin

Sekitar seratus orang masyarakat Nagari Koto Dalam Kecamatan Padang Sago, sampaikan unek-uneknya ke Polres Padang Pariaman, Rabu (19/5-2010) sekaitan tidak transparannya petugas nagari dalam mencairkan dana bantuan Gempa Tahun 2007 beberapa waktu  lalu.

“Kami menduga ada dugkepadaaan permaianan yang tidak beres dalam proses pencairan dana bantuan Gempa 2007 beberapa waktu lalu. Sehingga terjadi kecemburuan di tengah masyarakat dan setiap diminta penjelasan tidak ada yang mau berterus terang,” tutur Dedi Citra.

Dikatakan, kejanggalan yang ditemui di lapangan, adanya pengalihan nama penerima dari daftar nama yang diturunkan pihak Dinas Sosial Tenga Kerja Padang Pariaman ke nagari dan adanya dugaan pemotongan dana bantuan oleh petugas berkisar Rp. 1-4 juta/orang.

Lebih jauh disampaikan Dedi Citra, selama ini  sebagai generasi muda, kami merasa sudah bersabar dan mau meredam terhadap kejanggalan dan kelemahan pemerintahan  nagari dalam pelayanan masyarakat. Tetapi mentang-mentang masyarakat  diam, ternyata tidak ada juga perubahan dan bahkan seolah-olah menganggap masyarakat sebagai orang bodoh.

“Apalagi Suryadi Sekretaris Nagari yang baru diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah menapuk dada dan termasuk beberapa staf nagari lain yang ikut-ikutan. Hormatilah masyarakat dan jangan dianggap kami ini semua bodoh dan takut. Sekarang zaman sudah terbuka dan tidak satupun lagi orang yang mau dikibiri,” ulang Dedi menimpali.

Camat Padang Sago, Drs. Azminur, ketika dikonfirmasi secara terpisah, membenarkan kejadian itu. Sebagap pemimpin kecamatan akan mencoba menelusuri ke bawah tentang titik masaalah sebenarnya. Diakui Azminur, beberapa minggu belakang riak-riak ini sudah terjadi dan pemerintahan nagari sudah mulai mencari solosinya, tetapi belum tuntas.

“Kita berharap kejadian ini bisa dijadikan sebagai pelajaran oleh pemerintah nagari yang lain dan apabila terjadi riak-riak yang kurang sehat, sebelum sampai stadium 4 harus cepat dicarikan alat penangkalnya,” tukuk Azminur dengan ramah.

Wali Nagari Koto Dalam Darwis yang dihubungi melalui telepon genggamnya, mengatakan, apa yang dilakukan masyarakatnya, menyampaikan unek-unek tentang yang terjadi dalam pemerintahan nagari dibawah  kepemimpinannya, tidak semuanya benar dan kami sedang mencari jalan keluar dengan semua lapisan masyarakat nagari.

“Tetapi yang namanya menyelesaikan masaalah, tentu tidak bisa seperti membalik talapak tangan., kita tetap respon dan menyikapi apa yang disampaikan masyarakat tersebut . Semua lapisan masyarakat berharap persoalan ini  diselesaikan dalam nagari saja. Bak seperti istilah, pisau oatah dalam saruang,” ucap Darwis.

Ketua Bamus Nagari Koto Dalam, M. Nahril, S.Pd,  ketika diminta komentarnya, mengatakan sudah membawa persoalan ini dalam  rapat Bamus dan apa yang dituntut masyarakat sudah disarankan kepada wali nagari untuk menentukan sikap dengan megambil keputusan. “Tapung tidak terserak rambut tidak putus,” tukuk Nahril.

Sementara itu, Bustami salah seorang unsure Tokoh  Pemuda Korong Sungai Pua Tanjung Mutuih Nagari Koto Dalam, ketika diminta komentarnya, mengatakan, meletusnya persoalan ini sampai ke Polres Padang Pariaman, karena unsure ninik mamak, kurang tanggap dan lambat mengambil kesimpulan.

“Pada hal sejak riak-riak terjadi sudah ada musyawarah, untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan. Walaupun demikian, kita berharap kepada masyarakat yang sudah terlanjur maju melapor ke Polres Padang Pariaman, untuk mau mencabut kembali laporannya,” ungkap Bustami .

Ketua Tim Pendamping Masyarakat (TPM) bantuan Gempa 2007 Lukman, S.Hi yang dihubungi beberapa kali tidak memberikan jawaban. (***)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: