Proyek Konyol Lepas dari Kajian Hukum

Padangpariaman, Amiruddin

Proyek Konyol Pemborosan Keuangan Negara

Pembangunan Kantor Bupati Padang Pariaman di Rimbo Kalam Nagari Parit Malintang Kecamatan Enam Lingkung yang dikerjakan semasa kepemimpinan Bupati Muslim Kasim duet Drs. H. Ali Mukhni, medapat sorotan tajam dari masyarakat Piaman, baik yang di kampung ataupun di perantauan.

Bangunan yang sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar lebih tersebut, kini terkesan sia-sia belaka, karena melihat kondisi tanah yang sangat labil. Artinya, proyek ini terkesan dipaksakan, tanpa mengkaji kondisi tanah dan lingkungan daerah setempat.

Salah seorang putra daerah Padang Pariaman, Afrizal, SE ketika diminta pendapatnya, Kamis (16/09-10) mengatakan, pembangunan gedung utama Kantor Bupati Padang Pariaman di Rimbo Kalam itu, bisa dikategorikan pemborosan uang negara dan pejabat yang menyetujui pekerjaan tersebut, perlu diperiksa oleh Kejakasaan Negeri Pariaman dan KPK, sebagai institusi yang berwenang mengawasi keuangan negara.

Dikatakan, Bupati bersama pembantunya dinas terkait semasa itu, harus bertanggung jawab dan termasuk juga anggota Dewan yang menyutujui anggaran, masak uang negara sebanyak itu, habis percuma. Selain bangunan kantor yang tidak bisa dipertahankan, kerugian masyarakat sekitar, juga puluhan miliar, akibat sawah mereka tertimbun longsoran tanah.

“Saya berani mengatakan, bangunan Kantor Bupati Padang Pariaman di Rimbo Kalam, bukan untuk mensejahterakan masyarakat. tapi malahan mensengsarakan ratusan rakyat,” tutur Afrizal dengan nada berapi-api.

Afrizal, generasi muda Kabupaten Padang Pariaman yang peduli terhadap kampung halaman, harus merapatkan barisan dan menyatukan pendapat, baik yang ada di kampung ataupun yang ada di perantauan, agar kasus ini bisa diangkat kepermukaan.

“Tapi apabila generasi muda Padang Pariaman bersama dengan LSM yang ada di daerah ini, tidak berani mengangkat kepermukaan, jangan harap daerah ini akan ada kemajuan 20 tahun kedepan. Tapi tunggu saja kehancuran  yang mau dibodohi pemimpinnya,” ucap Afrizal kembali.

Ketua LSM Limbubu Pariaman, Nurhayati Kahar, ketika diminta komentarnya, Jum’at (17/09-10) mengatakan, selain pemborosan keuangan Negara, bangunan itu juga telah merusak ekosistim dan lingkungan yang perlu mendapat tanggapan dari semua pihak terkait.

Katanya, jauh hari  atas nama LSM Limbubu, sudah berkali-kali meminta agar ada pengkajian yang mendalam, sebelum pembangunan dilaksanakan. Tetapi karena Bupati Muslim Kasim bersama dengan Dewan semasa itu, memaksakan kehendak, terjadilah yang tidak diinginkan seperti sekarang.

“Saya berharap pihak penegak hukum, seperti KPK dan Kejaksaan Agung, selaku pengawas keuangan Negara, agar turun ke lapangan, karena ini betul-betul pemborosan keuangan Negara,” tegas Yeti Kahar. (***)

  1. Selaku putra Kabupaten Padang Pariaman, saya sangat prihatin melihat kondisi bangunan kantor bupati di Rimbo Kalam NagariParit Malintang tersebut.Apabila boleh saya menyarankan, sebaik lokasi itu ditinjau ulang dengan kajian secara terpadu.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: