Pidato Wagub Sumbar

Padangariaman, (Paris)

Wagub Sumbar

Wakil Gubernur Sumatera Barat, H. Muslim Kasim, Ak, MM,  mengatakan, berbagai fenomena dan permasaalahan atas implementasi adat dan budaya Minangkabau dewasa ini telah mengusik perhatian. Pasalnya, implementasi adat dan budaya Minangkabau yang telah mengakar sejak zaman dulunya, seharusnya mampu memberikan penguatan dalam perjalanan kehidupan.

Baik pada tataran social budaya, kemasyarakatan maupun ekonomi dan politik. Namun sebaliknya yang terjadi sekarang ternyata banyak permasaalahan-permasalahan yang menyertainya.

Hal itu disampaikan Muslim Kasim, pada pembukaan Seminar Adat Minangkabau dan Silaturahmi dengan Calon Bupati Padang Pariaman periode 2010-2015, di Gedung Saiyo Sakato Pariaman, Kamis (16/9-10).

Dikatakan, adanya kesenjangan penghayatan budaya antar generasi, lemahnya kemampuan mengaktualisasikan nilai-nilai budaya masyarakat Minangkabau dalam rangka menangkal akibat negative budaya moderen.

Kelembagaan adat yang belum fungsional, ketertutupan pemahaman budaya, kurangnya sarana dan prasarana budaya dan pengembangan intelektual, serta kurangnya apresiasi generasi muda terhadap adapt dan budaya Minangkabau merupakan permasaalahan-permasalahan yang perlu disikapi dengan arif dan bijaksana.

Sementara itu Pj Bupati Padang Pariaman,Febri Erizon, SH, MM, mengatakan, generasi muda saat ini, tidak lagi mengenal tradisi nenek moyang kita dahulu. Buktinya, mereka kurang menyukai seni tradisional, seperti ulu ambek, gandang tasa dan kato pasambahan.

“Bila boleh jujur, mungkin tidak banyak generasi muda kita yang pandai dalam bidang adat dan budaya,” tutur Febri Erizon.

Ditegaskan, jika dibiarkan, bukan saja adapt dan budaya masyarakat Minang yang luntur. Akan tetapi, bangsa dan Negara kita juga akan kehilangan jati diri sebagai bangsa yang telah ratusan tahun memiliki karakter sebagai bangsa timur yang beragama dan beradat.

“Melalui Seminar yang diprakarsai PKDP inilah, masyarakat Padang Pariaman khususnya, Sumatera Barat umumnya, dapat jadi penggerak dalam memperbaiki sikap mental dan karakter masyarakat yang sedang mengalami erosi akibat dampak negative era globalisasi,” ulangnya. (***)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: